Connect with us

Mengapa Wanita Meninggalkan Pria Yang Mereka Cintai

Asmara

Mengapa Wanita Meninggalkan Pria Yang Mereka Cintai

gwilmore/Flickr

Sebagai konsultan pernikahan yang bekerja dengan pria dan wanita yang mengalami krisis hubungan, saya membantu para klien menangani banyak masalah. Meskipun banyak situasi yang kompleks, ada satu kebenaran sederhana mendalam yang perlu diketahui semua pria: Wanita meninggalkan pria yang mereka cintai.

Mereka merasa buruk dengan hal ini. Ini mengoyak hati mereka. Tapi mereka melakukannya. Mereka mengumpulkan keberanian dan sumber daya mereka dan mereka pergi. Wanita meninggalkan pria yang dengan siapa mereka paunya anak-anak, rumah, dan kehidupan.

Wanita pergi karena berbagai alasan, tapi ada satu alasan tertentu yang menghantui saya, satu alasan yang saya ingin semua orang ketahui: wanita pergi karena pria mereka tidak hadir. Dia bekerja, bermain golf, bermain, menonton TV, memancing … daftarnya panjang. Mereka bukan pria yang jahat. Mereka pria yang baik. Mereka ayah yang baik. Mereka mendukung keluarga mereka. Mereka baik, menyenangkan. Tapi mereka menerima istri mereka begitu saja. Mereka tidak hadir.

Wanita di kantor saya mengatakan: “Seseorang bisa datang dan menggaet saya, tepat di bawah suami saya.” Kadang-kadang realisasi itu menakutkan bagi mereka. Kadang-kadang itu membuat mereka menangis.

Wahai Pria, saya tidak mengatakan ini benar atau salah. Saya mengatakan apa yang saya lihat. Kalian boleh marah, sakit hati, jengkel sesuka kalian. Istri kalian bukan milik kalian. Dia tidak berutang jiwanya dari kalian. Kalian memperolehnya. Hari demi hari, momen demi momen. Kalian memenangkan hatinya pertama dan terutama dengan kehadiran kalian, gairah kalian. Dia perlu merasakannya. Dia ingin berbicara dengan kalian tentang apa yang penting baginya dan merasa bahwa kalian mendengarkannya. Bukan mengangguk sopan. Bukan menenangkan.

Dia ingin kalian merasakan dirinya. Dia tidak ingin rabaan linglung atau seks kilat. Dia ingin merasakan gairah kalian. Bisakah kalian merasakan gairah kalian? Bisakah kalian menunjukkannya kepadanya? Bukan hanya gairah terhadap dia atau seks; gairah kalian untuk hidup. Apakah kalian memilikinya? Itulah hal yang paling menarik yang kalian miliki. Jika kalian kehilangannya, apa alasannya? Ke mana perginya? Temukan. Temukan. Jika kalian tidak pernah menemukannya, kalian menjalani waktu pinjaman.

Jika kalian berpikir kalian hadir bersama istri kalian, cobalah dengarkan dia. Apakah pikiran kalian mengembara? Perhatikan. Ketika kalian melihat dia, seberapa dalam kalian melihatnya? Lihat lagi, lihat lebih dalam. Tatap matanya dan tatap lebih lama dari biasanya, lebih lama dari apa yang nyaman. Jika dia bertanya apa yang kalian lakukan, katakan kepadanya: “Aku sedang melihat ke dalam dirimu. Aku ingin melihatmu dalam. Aku ingin tahu tentang siapa dirimu. Setelah selama ini, aku tetap ingin tahu siapa dirimu, setiap hari.” Tapi hanya katakan jika kalian bersungguh-sungguh, jika kalian tahu itu benar.

Sentuhlah dia dengan penuh perhatian. Sebelum kalian menyentuhnya, rasakan sensasi di tangan kalian. Perhatikan apa yang terjadi saat kalian melakukan kontak. Apa yang terjadi dalam tubuh kalian? Apa yang kalian rasakan? Perhatikan sensasi dan emosi paling halus ini. (Ini kadang-kadang disebut sebagai kesadaran.) Katakan segala sesuatu yang kalian sadari, momen demi momen.

Tapi kalian sibuk. Kalian tidak punya waktu untuk semua ini. Bagaimana dengan kira-kira lima menit? Lima menit sehari. Akankah kalian berkomitmen untuk itu? Saya tidak bicara tentang makan malam mewah atau kencan malam (meskipun ini juga tidak masalah). Saya sedang berbicara tentang lima menit sehari untuk benar-benar hadir bersama wanita yang dengannya kalian berbagi hidup. Untuk benar-benar terbuka—mendengarkan dan melihat tanpa menghakimi. Kalian akan melakukannya? Saya yakin begitu kalian mulai, begitu kalian merasakannya, kalian tidak ingin berhenti.

Catatan: Dinamika gender yang diuraikan di atas bisa diputar balik. Ini bisa berlaku dua arah.

(Justice Schanfarber)

Comments

More in Asmara

To Top