Connect with us

Mengapa Sulit Berteman Dengan Orang Yang Kita Cintai

Asmara

Mengapa Sulit Berteman Dengan Orang Yang Kita Cintai

3 tahun yang lalu ketika saya sedang berjalan di pinggir jalan saya merasakan sesuatu yang penting akan terjadi.

Sayangnya  pada saat itu saya sedang terburu-buru buru untuk mengikuti kelas bartender untuk pemula. Saat itu saya berniat untuk menjadi seorang bartender. Menjadi pengangguran sangatlah tidak enak dan membuat saya merasa seperti menjadi seorang gelandangan dan mendapatkan pekerjaan Adalah tujuan utama saya.

Saya pun bergegas dan tidak ada satupun yang dapat menghentikan saya. Dan seketika ketika saya cemas menunggu di lampu merah untuk menyeberang, saya melihat dia.

Dia sedang berdiri dengan tinggi badan sekitar 6 kaki. Berambut pirang dan mata berwarna biru aqua. dia terlihat seperti pria-pria di majalah pakaian dalam pria. Saat itu saya seharusnya tau bahwa dia adalah pria yang terlalu baik untuk saya.

Kami pun bertatap pandang secara tidak sengaja, dan dia mengucapkan sesuatu yang tidak terdengar jelas karena saya sedang menggunakan headset. Kemudian saya melepas headset saya.

“Ya? Ada apa?” kata saya

“Saya suka headsetmu”

“Oh, terima kasih”

Kami pun berjalan sepanjang enam blok. Ada sesuatu yang berbeda. Saya tidak pernah tertawa dengan sangat lepas dengan seseorang yang baru dikenal.

Kami bertukar nomor telepon. Perjalanan enam blok telah berubah menjadi 6 bulan pertemanan. Pertemanan pun berubah menjadi hubungan serius dan akhirnya kandas.

Ada sesuatu yang berbeda dengan cara dia memperlakukan saya, cara dia membuat saya tersenyum saat sedih dan cara dia membuat saya merasa nyaman dan dapat melalui semua masalah yang ada.

Saya sempat bertemu dengannya ketika ayahnya meninggal akibat kanker dan itu adalah tragedi yang mengajarinya untuk tabah walaupun kesedihannya tidak tertahankan.

Yang terlihat dari perilakunya. Dia telah menjadi seorang yang spesial buat saya bahkan ketika kami putus hubungan dia tetap spesial buat saya.

Teman-teman anda mungkin berpendapat bahwa berteman dengan mantan adalah hal yang mustahil.

Tetapi teman anda pasti tidak pernah memberi tahu bagaimana susahnya untuk melupakan suatu hubungan apalagi membatasinya.

Saya sangat mengerti perasaan dan pendapat teman Anda. ketika hubungan kami berakhir saya memutuskan tetap berhubungan dengannya selama satu tahun dan selama satu tahun itu saya selalu merindukan dirinya, saya kangen dia ketika sedang mencuci baju, ketika jalan malam dengan teman-teman.

Setiap hari saya berharap ada dia di samping saya. membiarkannya pergi adalah suatu keputusan tersulit yang harus saya hadapi apalagi untuk kembali bersama lagi

Kami pernah berteman jadi sangatlah mungkin untuk kembali menjadi sebatas teman bukan?

Ucapkan kepada diri anda sendiri bahwa sebatas teman sudah cukup.

Just friends image

Wattpad

Aku bisa hanya menjadi teman. Aku bisa mematuhi peraturan. Kami akan melakukan kegiatan seperti seorang teman seperti mengajak ke pantai berjemur bersama, aku menciptakan lagu dan dia memproduksinya.

Tapi apa yang harus saya lakukan jika situasi berubah.  Saya tidak punya rencana. Saya tahu kalau saya mungkin akan cemburu Jika dia kencan dengan orang lain. Bagaimana jika itu terjadi? Haruskah saya berteman dengan pacarnya?

Apakah itu cara berteman? berapa banyak pengorbanan yang harus saya keluarkan untuk menjadi temannya.

Anda bukan siapa-siapanya dia tetapi hanya teman biasa.

Hingga suatu hari saya berhenti dari ketidakbahagiaan. Saya tidak bahagia menjadi teman biasa dan juga tidak bahagia tanpa kehadirannya, saya tidak melihat adanya pilihan lain.

Saya tidak dapat mengingat kehidupan sebelum bertemu dirinya. Ingatan saya hanya tentang dia. Pikiran saya mulai kacau dan mengatakan bahwa saya Bukanlah Sheena. Saya hanyalah teman dari pria yang Sheena cintai.

Saya dulu hebat, menjadi teman itu sudah cukup buat saya dan akan selalu seperti itu. harus seperti itu.

Kejadian ini membingungkan saya. Saya tidak mengerti kenapa dia bisa berperan sebagai seorang teman daripada kekasih. Mungkin dia hanya ingin menjadi teman biasa karena tidak ada ruginya bagi dia, tapi bagi saya sangat merugi.

Anda tidak bisa move on tapi anda harus terus berusaha.

Mengapa kita tidak pernah bersyukur atas semua yang telah kita dapatkan.

Ini seperti cerita jaman dulu ketika saya bersyukur dengan kehidupan sosial yang baik dan kesehatan yang baik tapi saya tidak mempunyai dirinya.

Semua orang telah menyaksikan bahwa saya sangat mencoba untuk kembali padanya dan setiap hari setiap detik hanya sebagai penghalang dari apa yang tidak dapat dia berikan.

Jatuh cinta bukanlah hal yang bisa kita kontrol. Tapi kita pun tidak dapat memilih untuk bertahan. Terapi untuk bertahan dari ketidakpuasan dan ketidakpercayadirian adalah untuk mengakui kekalahan.

Terus maju kedepan dan kita harus percaya diri dalam diri kita sendiri bahwa semuanya akan baik-baik saja.

Setiap malam saya berharap bahwa saya bisa bangun di pagi hari dan mempunyai kekuatan dengan percaya diri dan positif.

Tapi semua itu tidak seperti petir yang dapat kita lakukan sangat cepat. Percaya diri akan timbul perlahan seperti badai

Anda harus berada di tempat yang kuat dan orang-orang percaya diri. Saya dan nasehat mereka yang telah menolong saya untuk percaya diri sedikit demi sedikit tiap hari.

Setiap hari saya akan siap untuk melangkah ke depan dari status Teman Biasa.

Saya menulis ini dan merasakan beban dari artikel ini. Tetapi perasaan lebih berat dari kata-kata.

Original: Sheena (elitedaily)

Continue Reading
You may also like...
Comments

More in Asmara

To Top